You need to enable javaScript to run this app.

Tiga Siswa MTs Terpadu Ar Roihan Raih Gold Medal KTI Tingkat Nasional di Ajang NISEEF: Inovasi Media Pembelajaran Siswa Autis

  • Selasa, 17 Februari 2026
  • masterarroihan
Tiga Siswa MTs Terpadu Ar Roihan Raih Gold Medal KTI Tingkat Nasional di Ajang NISEEF: Inovasi Media Pembelajaran Siswa Autis

Tiga siswa MTs Terpadu Ar Roihan Lawang berhasil  meraih Gold Medal dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) tingkat nasioanal pada ajang National Innovation Science, Environmental, and Entrepreneur Fair (NISEEF) yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Diponegoro pada 9 – 12 Februari 2026.

Ketiga siswa tersebut adalah Septian Galih Risyananta (8B), Yangki Adam Rohima Susilo (8B), dan Fircha Nauvilia Diffani (8A). Melalui Karya Tulis Ilmiah berjudul “Inovasi Bahan Ajar Olfaktori dan Visual untuk mendukung pembelajaran Siswa Autis di MTs Terpadu Ar Roihan” mereka berhasil memikat  dewan juri dan meraih Gold Medal  pada kategori Social Science. Penghargaan tersebut secara resmi diberikan pada acara awarding yang dilaksanakan pada (12/02) di Gedung Prof. Soedarso, S.H., Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Dalam wawancara singkat, Pembina KTI Rachima Dianovitasari Divian Khass, S.Pd., menjelaskan penelitian tersebut berfokus pada pengembangan bahan ajar inovatif berbasis olfaktori dan visual untuk mendukung pembelajaran siswa autis.

Ia menuturkan, MTs Terpadu Ar Roihan Lawang memiliki 31 siswa berkebutuhan khusus dari total 173 siswa, termasuk sembilan siswa dengan spektrum autisme. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi media pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan sensoris mereka.

“Penting untuk memperhatikan kebutuhan siswa autis dalam proses pembelajaran. Pengembangan bahan ajar yang inovatif dan mempertimbangkan aspek sensoris, terutama olfaktori atau bau, dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mereka.” jelas Rachima.

Ia menambahkan, selama ini alat peraga yang tersedia lebih banyak berfokus pada stimulasi visual dan perabaan, seperti flash card, maze, balok, merangkai, dan meronce. Sementara itu, media pembelajaran yang mendukung pengenalan dan pemahaman bau masih sangat terbatas, bahkan belum tersedia.

Pencapaian ini merupakan hasil dari proses riset dan pengembangan selama kurang lebih lima bulan. Tahapan yang dilalui meliputi penelitian lapangan, pembuatan media, persiapan stan pameran, hingga latihan presentasi.

Rachima berharap hasil penelitian ini tidak hanya berhenti sebagai prestasi kompetisi, namun dapat bermanfaat untuk mendukung pengembangan pendidikan inklusif di lingkungan madrasah.

Bagikan artikel ini:
REDITE KURNIAWAN, M.Pd

- Kepala Sekolah -

Selamat datang di Madrasah Tsanawiyah Terpadu Ar-Roihan Lawang Malang. 

Berlangganan
Banner