Perkuat Budaya Literasi di MTs Terpadu Ar Roihan melalui Peluncuruan 7 Buku Karya Kepala Madrasah, Guru, dan Siswa
- Sabtu, 15 November 2025
- masterarroihan
MTs Terpadu Ar Roihan Lawang kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya literasi dengan menggelar acara Peluncuran Tujuh Buku Karya Kepala Madrasah, Guru, dan Siswa. Acara yang berlangsung meriah pada Sabtu (15/11), pukul 08.30 hingga 12.00 WIB, di Ghobed Café, Jalan A. Yani No. 1 Sumber Porong Lawang ini, tidak hanya dihadiri oleh seluruh kontributor penulis dari kalangan guru dan siswa, tetapi juga disaksikan langsung oleh para orang tua.
Turut hadir memberi dukungan dalam kegiatan ini, H. Miftachul Khoir, S.Pd., M.Pd., selaku Pengawas Madrasah; Abdul Rahim Karim, M.Pd., Dosen IAIN Palopo; perwakilan dewan juri; serta Aning Nurul Kusuma, perwakilan Komite MTs Terpadu Ar Roihan Lawang. Kehadiran para tamu undangan tersebut menambah semarak dan makna tersendiri bagi seluruh peserta.
Pada kesempatan ini, madrasah secara resmi meluncurkan tujuh buku dari berbagai genre dan kelompok penulis, antara lain:
- Penakluk Sungai Way Sematus (Novel anak karya Kepala Madrasah)
- Buku Seri Cerita Bergambar karya Kepala Madrasah:
- Bermain Oprog (Lempar Batu)
- Bermain Tulupan (Sumpit)
- Ngarak Gendruwo (Mengarak Hantu)
- Bermain Geredan Numpak Keseran (Menarik Gerobak)
- Bermain Layangan (Layang-layang)
- Pendidikan di Persimpangan Zaman: Antara Nilai, Amanah, dan Tantangan Digital (Buku Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Guru)
- Sajadah di Ujung Senja (Buku Antologi Puisi karya Nur Istikhoroh)
- Tiga Hati di Taman Langit (Buku Kumpulan Karya Kreatif Siswa)
- Young and Research Vol. 5 (Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Siswa)
- Anak Hebat Bisa Bereksperimen (Buku Panduan Belajar Sains Menyenangkan bagi Siswa Berkebutuhan Khusus)
Dalam sambutan pembuka, Redite Kurniawan, M.Pd. selaku kepala marasah menyampaikan rasa syukur mendalam atas terlaksananya peluncuran tujuh buku ini. Beliau menegaskan kebanggaannya karena kegiatan menulis ini berhasil melibatkan guru, siswa dan orang tua.
“Saya sangat senang bisa secara khusus menghadirkan anak-anak dan orang tua karena telah berkontribusi menulis buku yang kita luncurkan hari ini. Semoga peluncuran buku ini bukan hanya untuk dipamerkan, tetapi benar-benar dibaca dan memberi kebermanfaatan.” ujarnya.
Senada dengan Kepala Madrasah, Pengawas Madrasah H. Miftachul Khoir, S.Pd., M.Pd. (akrab disapa Pak Miko) memberikan apresiasi tinggi dan motivasinya.
“Acara ini luar biasa sekali. Saya melihat di MTs Terpadu Ar Roihan ini tidak hanya siswa yang menulis, namun guru dan kepala madrasah juga menulis. Ini memotivasi saya untuk ikut bersama-sama meluncurkan buku di tahun depan. Mudah-mudahan peluncuran buku ini membawa manfaat bagi kita semua, khususnya untuk kebesaran MTs Terpadu Ar Roihan Lawang,” kata Pak Miko.
Bagian paling menarik dari rangkaian acara ini adalah Sesi Bedah Buku. Narasumber yang hadir adalah para penulis buku, antara lain Redite Kurniawan, M.Pd., Rachima Dianovitasari DK, S.Pd., Lalitaul Fatimah, S.Si., serta perwakilan siswa (M. Noval Pratama dan M. Ilham Fatoni) dan alumni (Ariki Reinard Achjar).
Mereka berbagi pengalaman berharga terkait proses kreatif, tantangan, dan pesan moral yang terkandung dalam karya-karya yang mereka tulis. Berbagai cerita inspiratif terungkap, mulai dari proses riset ilmiah siswa dalam menyusun KTI hingga pengalaman guru dalam menulis karya kreatif.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kualitas karya, madrasah juga memberikan penganugerahan Penulis Terbaik kepada guru dan siswa. Para penerima penghargaan Penulis Terbaik Karya Guru adalah Rachima Dianovitasari DK, S.Pd., Yuni Padmi, S.H., Lailatul Fatimah, S.Si., Nurkhayati, S.Pd., dan Khusniatul Khukmi S.Pd. Sementara itu, Penulis Karya Siswa Terbaik dianugerahkan kepada M. Noval Pratama, Rafasya Rafif Nurfikry, dan Iis Indriyanni.
Menutup seluruh rangkaian acara, Kepala Madrasah kembali menyampaikan pesan motivatif mengenai pentingnya menulis dan membaca. “Menulis adalah sesuatu yang menyenangkan jika kita sadar bahwa kita perlu menulis. Jika mindset-nya menulis itu berat, maka akan terasa berat pula. Jangan lupa banyak membaca, karena semakin banyak membaca akan semakin mudah untuk menulis.” tutupnya, seraya berharap karya tulis guru-guru dapat segera dipublikasikan di jurnal ilmiah.
Peluncuran tujuh buku ini menjadi bukti nyata komitmen MTs Terpadu Ar Roihan dalam membangun budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan. Selain menjadi wadah bagi guru dan siswa untuk berkarya, kegiatan ini sekaligus mempererat kolaborasi antara seluruh elemen madrasah.(lat)
Artikel Terkait
Tiga Siswa MTs Terpadu Ar Roihan Raih Gold Medal KTI Tingkat Nasional di Ajang NISEEF: Inovasi Media Pembelajaran Siswa Autis
Selasa, 17 Februari 2026
MTs Terpadu Ar Roihan Gelar Open House dan Observasi Calon Siswa Baru Tahun Pelajaran 2026/2027
Minggu, 01 Februari 2026
Perkuat Karakter Religius, MTs Terpadu Ar Roihan Lawang Peringati Isra Mikraj 1447 H dengan Semangat "Tajdidun Niat"
Kamis, 15 Januari 2026
Sinergi MTs Terpadu Ar Roihan Lawang dan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang: Edukasi Siswa Gizi Seimbang dan Ketangguhan Mental
Selasa, 13 Januari 2026
Penjelajahan Alam GERAM MTs Terpadu Ar Roihan Tanamkan Karakter dan Kepedulian Lingkungan
Sabtu, 10 Januari 2026